Punya Uang Lebih? Jangan Terus Beli Barang, Perbanyak Pengalaman!

Habis dapat aliran dana cepat dari bonus tahunan? Naik gaji? Atau keuntungan investasi? Tentu senang rasanya. Berbagai ide di kepala soal “cara menghabiskan” uang tersebut mungkin sudah terlintas atau bahkan direncanakan. Tapi biasanya, alih-alih menggunakan uang untuk pengalaman atau aktivitas produktif lain, kebanyakan orang cenderung menghabiskan uang lebih yang dimiliki untuk dibelikan barang dan kebutuhan konsumtif. Meski demikian, membeli barang tidak selalu bersifat konsumtif, apalagi kalau barang yang dibeli tujuannya untuk investasi masa depan seperti emas. 

Namun yang menarik, dikutip dari thejakartapost, baru-baru ini sebuah studi dari Amerika Serikat mengungkap bahwa menggunakan uang untuk pengalaman dapat membuat kita lebih bahagia daripada digunakan untuk membeli/memiliki sebuah barang, nggak peduli seberapa besarnya uang yang kita habiskan untuk itu. 

Studi tersebut bisa dijadikan rujukan sekaligus ide untuk menggunakan kelebihan uang yang kita miliki dengan lebih bijak lagi. Apalagi kalau dipikir-pikir, menghabiskan uang untuk membeli barang perlahan-lahan nilainya akan turun seiring dengan penggunaannya. Selain itu, kita juga cenderung jadi mudah khawatir dan perlu waspada kalau-kalau barang tersebut hilang, terutama kalau kategorinya termasuk barang berharga. Sementara jika digunakan untuk pengalaman, traveling misalnya, selamanya pengalaman tersebut akan membekas di kepala dan memberi kebahagiaan yang tak hingga. 

Berangkat dari sana, kira-kira, pengalaman apa aja sih yang bisa dicoba perbanyak mumpung ada dana lebih? Berikut ini rekomendasinya. 

Menekuni hobi agar bisa menghasilkan

Mengutip kata Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, bahwa pekerjaan yang menyenangkan adalah hobi yang dibayar. Karena dijalankan atas dasar ketertarikan atau minat, semua orang rela menghabiskan waktu, tenaga, pikiran, meski berjam-jam lamanya untuk mengerjakan hobinya sendiri. Meski cuma demen nonton film seharian, jangan remehkan hobimu. Sebab, kalau ditekuni, hobimu bisa juga menghasilkan lho. 

Contohnya, suka nonton film atau ngikutin serial Netflix sampai tamat? Hasil tonton bisa diulas dalam bentuk review ke dalam artikel di blog. Karena sekarang, sebelum nonton film orang cenderung akan mencari nilai rating sekaligus review sebagai bahan penilaian ‘layak’ atau tidaknya film tersebut ditonton. Makin banyak pembaca, makin banyak pengunjung yang datang ke blog, blog bisa didaftarkan ke program AdSense Google agar bisa menghasilkan pundi-pundi uang, deh. 

Contoh lain, suka jahit, baking, atau mendesain? Nggak ada ruginya mengalokasikan uang lebih untuk membeli peralatan yang dapat mendukung hobimu. Biasanya, makin lengkap dan bagus peralatannya, akan makin semangat jalanin hobinya. Siapa tau dari sana, hasil jahitan, kue racikan, dan desain yang kamu buat menarik minat banyak orang, bisa diproduksi massal dan akhirnya jadi bisnis sendiri kan?

Memulai usaha kecil-kecilan

Belajar dari cara berpikir orang kaya, kalau mau kualitas hidup meningkat dan punya banyak uang, maka kita nggak bisa bertumpu pada satu sumber penghasilan saja. Minimal, miliki 2-3 sumber penghasilan dan bangun sumber penghasilan pasif sejak dini, misalnya dengan membuat usaha kecil-kecilan. Apa pun, misalnya jualan pulsa & PPOB. Meski margin keuntungannya kecil tapi pulsa & PPOB termasuk produk digital yang menjadi kebutuhan primer banyak orang sehingga bisnisnya akan lebih stabil. Selain itu, bisnis pulsa & PPOB juga tidak membutuhkan modal besar sebab sekarang banyak aplikasi usaha pulsa yang dapat diunduh gratis dari Google Play Store atau App Store. Sebagai modal, kamu cukup melakukan deposit dengan jumlah minimum yang diatur oleh aplikasi. 

Nggak hanya berpotensi mendatangkan pundi-pundi keuntungan dan balik modal, menggunakan uang untuk menjalankan usaha kecil-kecilan juga bisa menjadi pengalaman tak ternilai. Kamu dapat belajar sekaligus mengasah keahlian: negosiasi, pengaturan finansial, menentukan skala prioritas, hitung-hitungan bisnis, kondisi pasar & bisnis yang digeluti, hingga membuat keputusan. Nggak akan habis dimakan zaman, keahlian inilah yang akan berguna nantinya untuk bekal hidup di masa depan. 

Mau menjalankan bisnis skala menengah dan butuh tambahan modal? Ada Kredivo, fintech pinjaman dana cepat terpercaya yang bisa kasih kamu pinjaman dana mulai 500 ribu hingga Rp 30 juta tanpa perlu mengajukan proposal bisnis. Dengan suku bunga tetap hanya 2,95% per bulan, Kredivo menawarkan opsi tenor mulai 30 hari, 3 bulan, dan maksimal 6 bulan untuk pinjaman dana cepat yang bisa cair minimal dalam waktu 1 hari kerja. Jika tertarik daftar, kamu dapat mendownload aplikasi Kredivo di Google Play Store atau App Store. 

Menjadi volunteer dalam berbagai kegiatan sosia

Volunteering atau menjadi volunteer sama dengan artinya ikut berpartisipasi secara sukarela dalam berbagai kegiatan sosial dengan tujuan membantu sesama. Kegiatan dan kelompok volunteer jenisnya cukup beragam, contohnya: aktivitas menanam pohon secara massal, mengajar atau memberikan edukasi kepada anak-anak jalanan dalam periode tertentu, membagikan masker dan sembako di wilayah yang terkena bencana, dan masih banyak lagi. 

Nggak hanya berpartisipasi sukarela dari sisi waktu dan tenaga, volunteer juga tak jarang menyumbang dana dari kocek pribadi demi terwujudnya aktivitas sosial yang sudah direncanakan. Saat ini, cukup banyak komunitas dan lembaga yang kerap membuka tawaran menjadi volunteer. Mulai dari yang informal sampai formal seperti pada event Asian Games 2018. Masih ingat? Bedanya, volunteer pada acara formal seleksinya lebih ketat dan juga biasanya diberi imbalan berupa uang transport, makan siang, sampai sertifikat. 

Memiliki pengalaman sebagai volunteer bisa mendatangkan banyak manfaat. Mulai dari koneksi teman dan profesional yang semakin luas, turut mendorong terjadinya perubahan, mengasah kemampuan komunikasi dan mengatasi masalah, melatih kemampuan berbahasa asing (volunteer internasional), keluar dari zona nyaman, belajar kultur atau budaya baru, hingga bagus untuk catatan portofolio atau resumemu di dunia profesional. 

Pergi traveling ke luar negeri

Mulai dari mengasah keahlian berbahasa Inggris, menghadapi situasi di wilayah lokal yang penduduknya tidak berbahasa Inggris, mencoba transportasi di negara lain, mencicipi kuliner, menikmati keindahan panorama, belajar kultur dan kebiasaan masyarakat negara lain, adalah pengalaman tak terlupakan yang bisa kamu dapatkan dengan modal paspor, visa (opsional), tiket pesawat, hotel, dan uang saku untuk traveling ke luar negeri. 

Minimal sekali dalam seumur hidup, kalau mampu, jangan ragu untuk mencoba traveling ke luar negeri. Nggak harus langsung jauh, minimal sambangi negara tetangga seperti Singapura atau Thailand. Alih-alih rugi, justru kamu bakal banyak mendapat pengalaman dan ketagihan untuk bisa terus ngetrip. Tapi, mengingay sekarang kita masih berada dalam situasi pandemik virus Corona, untuk traveling ke luar negeri wajib ditunda setidaknya sampai 6 bulan ke depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *